- kategori Berita 11 Views

 

Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mulai menyusun arah penataan kawasan perkotaan melalui kegiatan Pembahasan Laporan Pendahuluan Dokumen Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan Tulungagung yang digelar pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pesatnya perkembangan kawasan kota yang kini semakin dinamis. 

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain pemanfaatan lahan koridor jalan yang sangat variatif tanpa kontrol yang jelas, sehingga harus menampung fungsi lalu lintas, perdagangan, parkir, pejalan kaki, utilitas, hingga ruang sosial secara bersamaan. Selain itu, belum adanya regulasi pemanfaatan ruang skala mikro serta minimnya ruang publik sebagai penyeimbang kepadatan kawasan juga menjadi tantangan tersendiri.

 

 

Melalui penyusunan grand desain ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap hadir pedoman teknis penataan bangunan dan lingkungan di sepanjang koridor jalan perkotaan. Tujuannya antara lain mewujudkan koridor jalan yang tertata, aman, dan nyaman, meningkatkan kualitas visual kota dengan mengangkat identitas sejarah dan budaya lokal, mendukung aktivitas ekonomi yang tertib, serta menghadirkan ruang publik dan fasilitas pedestrian yang inklusif.

Dalam Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan Tulungagung, kajian skala meso akan dilakukan pada 13 koridor utama perkotaan, di antaranya Jalan RA Kartini–Jaksa Agung Suprapto, A. Yani Timur–A. Yani Barat, Laksda Adi Sucipto–Basuki Rahmat–Agus Salim, Dr. Sutomo–Mayjend Sungkono, hingga Jalan Mastrip. Sementara kajian skala mikro akan difokuskan pada tiga koridor, yakni Jalan A. Yani Timur–A. Yani Barat, Jalan Teuku Umar–Wahid Hasyim, serta Jalan Dr. Sutomo–Mayjend Sungkono.

 

 

Kegiatan pemaparan laporan pendahuluan ini  dimaksudkan untuk menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, forum pengusaha dan UMKM, Lembaga pemerhati lingkungan hingga sejarawan.

Penyusunan dokumen grand desain ini dilaksanakan Bappeda Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sebagai mitra akademik. Kehadiran kalangan akademisi diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan berbasis kajian ilmiah dan kebutuhan lapangan. 

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Bupati Tulungagung menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mewujudkan wajah kota masa depan.

“Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, saya yakin Tulungagung akan menjadi kota yang semakin maju, tertata rapi, dan nyaman untuk seluruh warganya. Mari kita kawal bersama pelaksanaan grand desain ini.”

Grand desain koridor jalan perkotaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan semata, tetapi menjadi pijakan nyata dalam mewujudkan tata ruang kota yang lebih indah, inklusif, humanis, dan berperspektif ekologi.

Bagikan:

Kirim Komentar

Copyright © dibuat dengan penuh Bappeda Kabupaten Tulungagung.