- kategori Berita 20 Views

 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung menggelar Sosialisasi Pilot Project Zero Waste School sebagai langkah strategis dalam mendukung pengurangan sampah dari sumbernya yang dibuang ke TPA Segawe. Kegiatan ini merupakan upaya serius dalam mengatasi persoalan darurat sampah di Kabupaten Tulungagung. Dengan luas sekitar 5,5 ha, TPA Segawe diproyeksikan akan penuh dalam 3 tahun kedepan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Tulungagung ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pengembangan program Zero Waste School. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, serta perwakilan dari sejumlah satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SMP di Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya implementasi Zero Waste School sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sejak dini. 

Sekolah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang peduli lingkungan dan mampu menerapkan prisip reduce, reuse, recycle dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Pilot Project Zero Waste School diharapkan seluruh warga sekolah dapat mulai menerapkan gaya hidup minim sampah, memilah dari sumber serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan paparan oleh Bapak Hariyadi, S.Si atau yang akrab disapa Pak Joe dari Forum Komunitas Hijau (FKH) Kabupaten Tulungagung, yang dalam paparannya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh ekosistem sekolah untuk menciptakan budaya peduli lingkungan. Beliau menjelaskan bahwa kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Segawe saat ini menghadapi beban yang cukup besar dengan timbulan sampah yang masuk mencapai sekitar 120 ton/hari, sementara sampah yang terkelola hanya sekitar 0,08%. Lebih lanjut, Pak Joe menyampaikan bahwa penerapan Pilot Project Zero Waste School tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi dengan menekan biaya kebersihan sekolah dan mengoptimalkan hasil pengelolaan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai kas kelas melalui program SAMDIMAS (Sampah Menjadi Emas). Implementasi zero waste juga menjadi salah satu aspek penting yang mendukung penilaian sekolah dalam program Adiwiyata.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan langkah-langkah implementasi Zero Waste di sekolah, mulai dari pembentukan tim pengelola sampah di sekolah, pelaksanaan audit sampah, penyusunan kebijakan kawasan bebas plastik, penyediaan sarana pendukung hingga pelaksanaan sosialisasi dan kampanye lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Tulungagung Arif Sujoko, S.Pi, M.S.A. Sesi ini dimanfaatkan untuk membahas berbagai aspek teknis dan strategi pelaksanaan Pilot Project Zero Waste School, sekaligus menyerap masukan dari para peserta guna mendukung keberhasilan implementasi program di lingkungan sekolah.

Acara ditutup dengan seluruh pihak yang hadir menyepakati pelaksanaan Pilot Project Zero Waste School yang akan dilaksanakan mulai tahun 2026. Pada tahap awal, kegiatan ini akan diterapkan di 6 (enam) SMP Negeri sebagai percontohan, yaitu SMP Negeri 3 Kedungwaru, SMP Negeri Tulungagung, SMP Negeri 1 Boyolangu, SMP Negeri 1 Bandung, SMP Negeri 1 Ngantru, dan SMP Negeri 1 Sumbergempol. Untuk rencana awal akan diadakan pelatihan teknis pengelolaan sampah bagi sekolah yang menjadi Pilot Project Zero Waste School. Sebagai langkah awal pelaksanaan, akan diselenggarakan pelatihan teknis pengelolaan sampah bagi sekolah-sekolah pilot project guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memastikan penerapan prinsip zero waste dapat berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Bagikan:

Kirim Komentar

Copyright © dibuat dengan penuh Bappeda Kabupaten Tulungagung.