Post

UPAYA TULUNGAGUNG MENUJU GEOPARK NASIONAL

18 Juni 2020

UPAYA TULUNGAGUNG MENUJU GEOPARK NASIONAL

Rapat Pembahasan Loporan Interim Dokumen Naskah Akademik Usulan Geopark Kabupaten Tulungagung

Bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Tulungagung hari ini (Kamis, 18 Juni 2020) diadakan rapat koordinasi secara virtual/ teleconference pembahasan laporan antara (interim) penyusunan dokumen naskah akademik usulan geopark Kabupaten Tulungagung ke Geopark Nasional. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Ridwan, S.S, M.Si selaku Kepala Bidang Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Pembangunan Bappeda Kabupaten Tulungagung. Hadir dalam rapat virtual ini dari Perangkat Daerah terkait (Bappeda, DInas PUPR, DInas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Koperasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, DInas Perhubungan, BPAKD, Bagian Perekonomian dan SDA Setda serta Perhutani KPH Blitar dan KPH Kediri). “Dalam rapat kali ini, kami juga mengundang Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari 7 Site Geoheritage prioritas yang akan diusulkan dalam naskah akademik ini”, kata Pak Ridwan.

 

Memang untuk rapat pembahasan laporan interim ini, sengaja melibatkan para pelaku wisata yang mengelola site – site geoheritage yang diusulkan, harapannya akan memberikan saran dan masukan terhadap dokumen geoheritage yang disusun. Dalam paparannya Tim ahli geopark dari UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Ir. C. Prasetyadi, M.Sc mengatakan, dari hasil pembahasan laporan pendahuluan yang telah dilaksanakan di Bulan April 2020 kemarin, serta dari hasil survey lapangan yang dilakukan oleh tim surveyor berhasil disimpulkan bahwa ada 10 site geoheritage Tulungagung yang menjadi prioritas untuk ditetapkan sebagai geoheritage Kabupaten Tulungagung. Dalam penetapan ini, tim juga melakukan konsultasi dengan para ahli geopark Badan Geologi Bandung. “Sesuai dengan peraturan pengusulan Geopark Nasional, daerah harus terlebih dahulu menetapkan Geoheritage, dan kemudian dibarengi dengan penetapan Geodifersity dan Culturaldifersity”, kata Dr. Pras. Kesepuluh site geoheritage yang layak untuk didaftarkan antara lain : 1). Gunung Api Purba Gunung Budheg, 2). Telaga Patahan Buret, 3). Goa Sungai Bawah Tanah Goa Tenggar, 4). Ganesa Pegunungan Marmer, 5). Tambang Batu Lazuli Watu Ijo, 6). Jajaran Goa Wajakensis, 7). Terowongan Batu Gamping Niyama, 8). Pantai Laguna Ke dung Tumpang, 9). Pantai Patahan Pantai Sanggar (Penyu), 10). Air Terjun Patahan Tretes Lereng Gunung Wilis. Menurut tim ahli, dari ke sepuluh site ini memiliki nilai beraneka ragam, ada yang bernilai nasional dan bahkan bernilai internasional. Dalam sambutannya, Kabid Litbang PP Bappeda atas nama Bapak Kepala Bappeda, menyampaikan terima kasih atas kerjasama tim UPN Veteran Yogyakarta, Tim Pengendali Mutu Kajian dari Perangkat Daerah terkait serta perwakilan Pokdarwis dari 7 site geoheritage yang akan diusulan. Dan mengharapkan kerjasama ini terus ditingkatkan dalam upaya kita untuk mewujudkan Geopark Tulungagung menjadi Geopark Nasional bahkan Internasional, sehingga diharapkan dengan geopark ini, akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakan Tulungagung. (Litbang PP_Bappeda_Tulungagung)


Tags :


Bagikan : Facebook Twitter Telegram Whatsapp Email

Comment (0)

Leave a Comment