Post

MENINGKATKAN KAPASITAS DENGAN MENULIS BUKU

17 Desember 2019

MENINGKATKAN KAPASITAS DENGAN MENULIS BUKU

COMPETENCY-BASED HUMAN RESOURCE MANAGEMENT - Manajemen Aparatur Sipil di Indonesia

ASN merupakan Aparatur Sipil Negara yang mendedikasikan dirinya untuk mengabdi kebada bangsa, negara dan masyarakat. Dalam memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, diperlukan peningkatan kapasitas dan kapabilitas, sehingga pelayanan yang diberikan dapat maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas ini, salah satu dengan menulis buku, seperti yang dilakukan oleh Alfian Rosiadi, SE, MM, yang merupakan staf Sekretariat Bappeda Tulungagung,. Mas alfian ini merupakan lulusan S2 Magister Manajemen Universitas Brawijaya, program beasiswa LPDP Kementerian Keuangan.

 

Buku perdana yang ditulis, berjudul “COMPETENCY-BASED  HUMAN RESOURCE MANAGEMENT - Manajemen Aparatur Sipil di Indonesia”. Terkait dengan sinopesis buku ini sebagai berikut  :

Sistem merit merupakan sistem pengelolaan manajemen SDMaparatur sipil yang didasarkan pada  kualifikasi kompetensi dan kinerjayang muncul seiring berlakunya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara beberapa puluh tahun sebelumnya, McClelland memperkenalkan sebuah konsep manajemen SDM yang didasarkan atas kompetensi yang sejarahnya bermula pada masa kekaisaran romawi dan china. Konsep ini kemudian menjadi populer setelah Spencer dan Spencer (1993)  menulis bukunya yang terkenal, Competence at Work : Models for Superior Performance.

Reformasi birokrasi menempatkan manajemen SDM berbasis kompetensi sebagai salah satu formula ideal untuk mereformasi SDM sektor publik yang kerap dianggap tidak kompeten, kuno dan korup. Tak terkecuali di Indonesia dengan Grand Design Reformasi Birokrasi-nya pada tahun 2010 dengan target mewujudkan world class government di tahun 2025.

Sistem merit kemudian menuntut perubahan sikap dan pola pikir dituntut dari tidak hanya para PNS, tetapi juga pimpinan birokrasi, seperti Menteri dan Kepala Daerah. Standar Kompetensi diperkenalkan, uji kompetensi digaungkan, seleksi terbuka dicetuskan, sehingga kini seharusnya hanya kompetensi yang bicara

Pendidikan dan pelatihan kini diharapkan selaras dengan kebutuhan individu dan organisasi, tidak hanya sekedar pemenuhan syarat administrasi. Begitupun dengan penilaian kinerja, yang menjadi syarat dalam pemberian reward.

Penulis mengatakan bahwa "organisasi pemerintah atau yg juga dikenal dengan istilah organisasi sektor publik, memiliki peran yg besar dalam kehidupan masyarakat. Di sektor ekonomi organisasi sektor publik disebut mampu menyumbang GDP sampai dengan 40%, serta mampu menyerap 22% tenaga kerja. Di sektor sosial politik, kinerja organisasi sektor publik dapat memberikan kepercayaan (trust), dan respek masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, potensi besar yg dimiliki organisasi sektor publik ini harus dikelola dengan tepat untuk meningkatkan kinerja organisasi, salah satunya dengan model manajemen berbasis kompetensi"

Untuk mendapatkan buku ini, dapat melakukan pemesanan melalui penulis. “Harganya Rp. 96.000,-; namun kalau pesen lewat penulis mendapatkan diskon 15 % dan belum termasuk ongkos kirim”, kata mas Alfian. “Saat ini, saya dan teman, berencana untuk menulis buku ke 2, dengan tema perencanaan pembangunan”, semoga tahun depan bisa terbit”, imbuhnya. (aisi-bappeda)


Tags :


Bagikan : Facebook Twitter Telegram Whatsapp Email

Comment (0)

Leave a Comment